MAKASSAR— Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran atau yang akrab disapa Bang Azran, yang juga Ketua Umum DPP FORKABI, mengikuti agenda kunjungan kerja Komite II DPD RI di Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan sekaligus menggali informasi secara langsung mengenai berbagai persoalan strategis di daerah.
Pertemuan koordinasi yang berlangsung di Kantor DPD RI Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin No. 102, Tamalate, Makassar, membahas tiga sektor utama, yakni perikanan di Kabupaten Takalar, lingkungan hidup di Kabupaten Gowa, serta perkeretaapian di Kabupaten Maros.
Dalam agenda tersebut, Komite II DPD RI mempertemukan berbagai mitra strategis, mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah daerah, perangkat daerah yang membidangi perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pompengan Jeneberang, Kementerian Perhubungan, Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel), hingga pemerintah Kabupaten Takalar, Gowa dan Maros.
Bang Azran menilai koordinasi lintas sektor seperti ini penting karena persoalan daerah tidak dapat dilihat secara parsial. Menurutnya, setiap kebijakan nasional harus memiliki keterhubungan dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat di daerah.
“Kita datang bukan sekadar untuk mendengar laporan. Yang paling penting adalah memastikan apa yang menjadi persoalan di daerah benar-benar kita pahami, kemudian kita kawal agar ada tindak lanjut yang konkret. Aspirasi masyarakat harus memiliki jalan keluar dan jangan berhenti di ruang pertemuan,” ujar Bang Azran.
Ia mengatakan, sektor perikanan di Takalar memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat pesisir, sementara persoalan lingkungan di Gowa juga membutuhkan perhatian karena berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya alam dan kehidupan masyarakat. Di sisi lain, pengembangan perkeretaapian di Maros perlu dilihat tidak hanya dari aspek pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari sisi konektivitas dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Bang Azran, kunjungan lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan informasi yang diterima dalam forum koordinasi dapat dibandingkan dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Karena itu, setelah pertemuan koordinasi, rombongan Komite II DPD RI dibagi dalam tiga tim untuk melakukan peninjauan secara paralel.
“Kita harus melihat langsung bagaimana kondisi masyarakat, infrastrukturnya, lingkungannya, termasuk apa saja hambatan yang dihadapi pemerintah daerah. Dari situ kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh untuk kemudian dibawa dalam pembahasan di DPD RI,” katanya.
Tim pertama melakukan peninjauan di Kabupaten Maros terkait pengelolaan operasional dan infrastruktur kereta api Sulawesi Selatan, didampingi BPKA dan unsur pemerintah daerah. Tim kedua menuju Kabupaten Gowa untuk melihat pengelolaan daerah aliran sungai serta isu lingkungan hidup bersama BBWS dan BPLH/Pemerintah Kabupaten Gowa. Sementara tim ketiga menuju Kabupaten Takalar untuk meninjau sarana dan prasarana nelayan serta sentra budidaya perikanan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Kabupaten Takalar.
Bang Azran menegaskan, fungsi DPD RI tidak berhenti pada menyerap aspirasi, tetapi juga memastikan hasil pengawasan dan masukan dari daerah dapat menjadi bahan dalam pembahasan kebijakan di tingkat nasional.
“Tugas kami adalah membawa suara daerah ke tingkat nasional. Karena itu, setiap temuan dan aspirasi yang kita dapatkan di lapangan harus dicatat dengan baik, dikaji, kemudian dikawal sesuai kewenangan DPD RI,” tegasnya.
Sebagai senator yang mewakili DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum DPP FORKABI, Bang Azran mengatakan pengalaman dari berbagai daerah juga menjadi pembelajaran penting bagi Jakarta. Menurutnya, pembangunan kota besar seperti Jakarta tetap membutuhkan perhatian terhadap sektor lingkungan, konektivitas transportasi, serta masyarakat pesisir.
“Daerah memiliki karakter dan persoalan yang berbeda-beda. Tetapi prinsipnya sama, pembangunan harus memberikan manfaat kepada masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan. Itulah yang harus terus kita kawal bersama,” pungkas Bang Azran.
Agenda kunjungan kerja tersebut dijadwalkan berlangsung hingga sore hari dan dilanjutkan dengan perjalanan seluruh tim kembali menuju Makassar.(*)