JAKARTA — Menentukan program prioritas tidak bisa hanya berangkat dari meja perencanaan. Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta Achmad Azran (Bang Azran) memilih turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengar kebutuhan warga dan memetakan persoalan dari bawah. Melalui roadshow di Pulo Gadung, Kampung Melayu, Jatinegara, dan Jalan Suci, Ciracas, Bang Azran menerapkan pendekatan bottom-up agar program yang disusun benar-benar berangkat dari aspirasi masyarakat, dengan mendahulukan persoalan yang paling mendesak untuk segera ditindaklanjuti.
Sebagai pria asli Betawi yang juga menjabat Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI), Bang Azran menilai kedekatan dengan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjalankan pengabdian. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan bagian dari ikhtiar membangun pola kerja yang menempatkan kebutuhan warga sebagai pijakan awal dalam menentukan arah program.
Aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan untuk memetakan persoalan, menentukan skala prioritas, dan menyeleksi program yang paling mendesak untuk segera dieksekusi secara tepat dan bertanggung jawab.
“Kita harus mulai dari bawah. Dengarkan masyarakat, pahami persoalan yang mereka hadapi, kemudian petakan mana yang paling mendesak dan harus menjadi prioritas. Setelah itu, kita seleksi programnya agar langkah yang diambil benar-benar tepat sasaran dan bisa dieksekusi dengan baik,” ujar Bang Azran.
Menurut dia, setiap wilayah memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penyerapan aspirasi secara langsung menjadi bagian penting dalam menentukan program yang relevan bagi masyarakat.
“Bagi saya, turun langsung itu bukan hanya soal bertemu warga. Yang lebih penting adalah memahami apa yang mereka butuhkan. Kita tidak ingin program berjalan hanya karena terlihat bagus dalam perencanaan, tetapi harus benar-benar menjawab persoalan masyarakat,” katanya.
Di tengah padatnya aktivitas, Bang Azran terus menyempatkan diri menyambangi warga dan berdialog langsung. Roadshow di Pulo Gadung, Kampung Melayu, Jatinegara, dan Jalan Suci, Ciracas, menjadi bagian dari upaya mendekatkan proses penyerapan aspirasi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kehadiran Bang Azran mendapat apresiasi dari para pengurus SIAAP, singkatan dari Sarana Informasi Achmad Azran Peduli, yang selama ini menjadi bagian dari kegiatan sosial dan upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.
Atin, salah seorang pengurus SIAAP, mengungkapkan bahwa keluarganya sudah lama mengenal dan mempercayai Bang Azran, bahkan sebelum ia mengemban amanah sebagai anggota DPD RI.
“Dari dulu, sebelum Bang Azran menjadi anggota DPD RI, keluarga kami sudah percaya bahwa beliau orang yang amanah. Kepercayaan itu tumbuh karena kami melihat kesungguhan beliau dalam menjalin hubungan dengan masyarakat. Sekarang, ketika beliau terus turun langsung menemui warga, kami berharap semakin banyak aspirasi yang bisa diperjuangkan,” ungkap Atin.
Di sela-sela roadshow, kepedulian sosial juga diwujudkan melalui pemberian paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program SIAAP sekaligus bentuk perhatian terhadap warga yang masih menghadapi tekanan ekonomi.
Sekretaris Jenderal SIAAP, Nurdin, mengatakan bahwa pemberian sembako merupakan wujud kepedulian Bang Azran terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya, kehadiran di tengah warga perlu disertai tindakan nyata sesuai kemampuan.
“Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang tidak selalu mudah, kepedulian menjadi sesuatu yang penting. Pemberian sembako ini merupakan bentuk perhatian Bang Azran sekaligus bagian dari program SIAAP. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa ada kebersamaan dan kepedulian, bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga lewat tindakan nyata,” kata Nurdin.
Nurdin juga menilai pendekatan bottom-up penting agar program yang diperjuangkan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar asumsi.
“Kalau kita ingin program tepat sasaran, kita harus tahu persoalan masyarakat dari sumbernya langsung. Aspirasi warga harus dipetakan, ditentukan prioritasnya, lalu ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kemampuan. Jangan sampai kita sibuk membuat program, tetapi justru melewatkan persoalan yang paling mendesak bagi masyarakat,” ujarnya.
Bagi Bang Azran, roadshow di Jakarta Timur merupakan ikhtiar merawat kedekatan sekaligus menyerap aspirasi sebagai dasar penentuan prioritas program. Melalui pendekatan bottom-up, kebutuhan warga menjadi titik awal untuk merumuskan langkah yang lebih tepat sasaran. Sebab, pengabdian bukan sekadar hadir di tengah masyarakat, melainkan memastikan suara mereka menjadi pertimbangan dalam menentukan tindakan nyata.(*)