Ketua DPD RI Puji Bang Azran, Putra Betawi Harus Punya Peran Besar di Jakarta

SERANG – Sosok Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum DPP FORKABI, Achmad Azran, mendapat perhatian dan apresiasi dari sejumlah tokoh dalam kegiatan ground breaking pembangunan Gedung Kantor DPD RI di Ibu Kota Provinsi Banten, Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (5/8/2026).

Ketua DPD RI Dr. (HC) Sultan Baktiar Najamudin secara khusus menyebut sosok Azran dalam sambutannya. Di hadapan jajaran pimpinan dan anggota DPD RI serta para tamu undangan, Sultan bahkan mendoakan Azran agar kelak dapat memimpin DKI Jakarta.

“Di sini ada pria asli Betawi, Achmad Azran. Semoga menjadi Gubernur DKI ke depannya,” ujar Sultan.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap Azran yang dikenal sebagai putra asli Betawi dan saat ini dipercaya menjadi senator DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum DPP FORKABI.

Sebagai putra asli Betawi, Azran memiliki akar yang kuat dengan kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Jakarta. Kiprahnya di DPD RI dan FORKABI juga membuatnya aktif menyuarakan berbagai persoalan masyarakat Jakarta, mulai dari kebudayaan, sosial kemasyarakatan hingga kepentingan warga di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Pujian terhadap Azran juga datang dari Alfiansyah Komeng, Anggota DPD RI Dapil Jawa Barat. Komeng menilai identitas Azran sebagai putra asli Betawi merupakan kekuatan tersendiri karena Jakarta membutuhkan figur yang memahami sejarah, karakter dan masyarakatnya.

“Bang Azran ini orang Betawi asli. Dia tahu Jakarta, tahu masyarakatnya, tahu budayanya. Kalau orang Betawi punya kesempatan untuk memimpin Jakarta, tentu ada rasa dan kedekatan tersendiri dengan kota ini,” ujar Alfiansyah Komeng, beberapa waktu lalu.

Menurut Komeng, Azran juga memiliki pengalaman yang cukup karena saat ini menjalankan amanah sebagai senator DKI Jakarta. Posisi tersebut membuat Azran memiliki pengalaman dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperjuangkannya di tingkat nasional.

“Bang Azran sekarang senator DKI. Jadi Babeh (panggilan akrab Komeng ke Bang Azran, Red) tidak hanya memahami Jakarta dari sisi budaya dan masyarakat, tetapi juga sudah punya pengalaman di lembaga negara. Itu modal yang penting,” kata Komeng.

Komeng menilai seorang pemimpin Jakarta harus memiliki kemampuan untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat, namun tetap tidak boleh kehilangan akar sejarah dan identitas kota.

“Jakarta ini milik semua orang, tetapi jangan sampai Jakarta kehilangan jati dirinya. Karena itu, orang yang memahami akar budaya Jakarta tentu punya nilai lebih,” ujarnya.

Pernyataan Sultan dan Komeng tersebut menjadi perhatian tersendiri karena disampaikan di tengah forum resmi DPD RI yang mempertemukan para senator dari berbagai daerah.(*)

Artikel Terkait

Scroll to Top