JAKARTA — Anggota DPD RI/MPR RI, Achmad Azran yang akrab disapa Bang Azran, menyampaikan refleksi atas satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dalam pernyataannya, Bang Azran menegaskan bahwa sikapnya bersifat kritis namun tetap mendukung, dengan pendekatan pemikiran yang rasional, objektif, dan elegan.
“Satu tahun pemerintahan adalah momentum refleksi. Kita wajib mengapresiasi capaian, sekaligus memberikan catatan perbaikan secara terukur. Kritik bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk menguatkan,” ujar Bang Azran.
Sebagaimana diketahui, pasangan Pramono Anung–Rano Karno memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2024 dengan perolehan sekitar 50,07% suara sah berdasarkan penetapan resmi Komisi Pemilihan Umum. Legitimasi elektoral tersebut, menurut Bang Azran, harus dijaga melalui kinerja yang konsisten dan berpihak pada rakyat.
Berdasarkan sejumlah survei publik pada fase awal pemerintahan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap 100 hari kerja menunjukkan angka mayoritas puas, khususnya pada aspek penyerapan aspirasi warga dan komitmen menjalankan program prioritas.
Namun demikian, Bang Azran juga menyoroti adanya evaluasi dari kelompok masyarakat sipil yang mencatat perlunya percepatan realisasi janji kampanye dan optimalisasi penyerapan anggaran daerah.
“Data harus dibaca secara jernih. Jika kepuasan publik tinggi, itu patut diapresiasi. Tetapi bila ada catatan tentang realisasi program dan serapan APBD, itu menjadi alarm perbaikan. Di sinilah pentingnya pikiran yang elegan — tidak reaktif, tidak emosional, tetapi berbasis data dan solusi,” tegasnya.
Bang Azran menekankan bahwa tantangan Jakarta masih kompleks, mulai dari penanganan banjir, kemacetan, pengelolaan sampah, hingga penguatan ekonomi warga di tingkat bawah. Ia mendorong Pemprov DKI untuk memperkuat tata kelola, konsistensi eksekusi program, serta transparansi anggaran.
Ke depan, pria asli Betawi itu berharap Pemprov DKI lebih merapikan sejumlah aspek fundamental, antara lain sinkronisasi perencanaan dan realisasi APBD agar lebih tepat waktu dan tepat sasaran, pembenahan sistem transportasi terintegrasi untuk mengurai kemacetan, percepatan normalisasi dan naturalisasi sungai untuk mitigasi banjir, serta penataan kawasan permukiman padat agar lebih manusiawi dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi layanan publik yang lebih responsif dan transparan, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata.
Sebagai anggota DPD RI yang membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional, Bang Azran memastikan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia berharap di tahun kedua kepemimpinan ini, fokus pembenahan diarahkan pada penguatan ekonomi mikro dan UMKM, stabilitas harga kebutuhan pokok, perluasan ruang terbuka hijau, serta peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di tingkat kelurahan.
“Jakarta adalah etalase Indonesia. Kita dukung yang benar, kita koreksi yang kurang, dengan cara yang bermartabat. Demokrasi yang sehat lahir dari pemikiran yang kritis sekaligus elegan,” tutup Bang Azran.
Bang Azran Dukung Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di DKI Jakarta
JAKARTA— Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal DKI Jakarta, Achmad Azran, menyatakan...