Ucapkan Selamat, Bang Azran : Jakarta Harus Siap Sambut Imlek, Antisipasi Hujan Deras, dan Kesiapan Mudik 2026

‎JAKARTA — Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta Achmad Azran yang akrab disapa Bang Azran mengajak seluruh warga Jakarta untuk merayakan Imlek dengan penuh sukacita, kebersamaan, dan tetap mengutamakan keselamatan.

‎“Imlek adalah momentum memperkuat persaudaraan dan toleransi. Saya mengajak seluruh warga Jakarta merayakannya dengan hati yang gembira, namun tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang kurang bersahabat,” ujar Bang Azran.

‎Di tengah potensi cuaca ekstrem serta hujan deras yang masih melanda sejumlah wilayah ibu kota, kewaspadaan dinilai menjadi kunci. Atmosfer kemeriahan Imlek mulai terasa di berbagai titik ikonik Jakarta, salah satunya di Bundaran HI yang dipenuhi lampion merah dan menjadi spot foto favorit warga.

‎Bang Azran mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan suasana perayaan yang inklusif dan memperkuat nilai toleransi serta kebhinekaan di tengah masyarakat.

‎“Kehadiran dekorasi Imlek di ruang-ruang publik menunjukkan bahwa Jakarta adalah rumah bersama. Semangat kebhinekaan harus terus kita jaga, bukan hanya saat perayaan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

‎Sehubungan dengan libur nasional dan cuti bersama Imlek pada 16–17 Februari 2026, Bang Azran menyambut baik kebijakan Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang meniadakan aturan ganjil genap pada tanggal tersebut.

‎“Kebijakan ini memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi masyarakat untuk bersilaturahmi. Namun saya ingatkan, keselamatan tetap yang utama. Jangan lengah di jalan, apalagi dalam kondisi hujan deras yang rawan genangan dan kemacetan,” katanya.

‎Bang Azran juga meminta seluruh jajaran terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi genangan dan banjir di sejumlah titik rawan. Ia menekankan pentingnya optimalisasi sistem drainase, kesiapan pompa air, serta penguatan koordinasi antarinstansi guna memastikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.

‎“Kita tidak boleh kalah oleh hujan. Antisipasi harus dilakukan sebelum air meninggi. Koordinasi lintas sektor dan respons cepat di lapangan adalah kunci meminimalkan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

‎Masyarakat pun diimbau untuk memantau informasi cuaca, menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak sebelum bepergian.

‎“Kesadaran kolektif warga sangat menentukan. Pemerintah bekerja maksimal, tetapi partisipasi masyarakat adalah fondasi keselamatan bersama,” tambahnya.

‎Selain perayaan Imlek, Bang Azran menyoroti antusiasme masyarakat terhadap program Mudik Gratis DKI 2026 yang pendaftarannya dijadwalkan dibuka mulai 22 Februari 2026. Ia mendorong agar proses pendaftaran dilakukan secara transparan, tertib, dan berbasis digital guna menghindari antrean panjang dan potensi penumpukan massa.

‎“Digitalisasi pendaftaran adalah solusi agar layanan publik lebih efisien dan akuntabel. Transparansi harus dikedepankan agar program ini benar-benar tepat sasaran,” tegas Bang Azran.

‎Ia juga menegaskan bahwa faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama, termasuk kelayakan armada, kesiapan pengemudi, serta pengawasan teknis yang ketat demi kenyamanan dan keamanan para pemudik.

‎“Jangan hanya mengejar kuota keberangkatan. Pastikan setiap armada laik jalan dan setiap pengemudi dalam kondisi prima. Keselamatan pemudik adalah harga mati,” pungkasnya.

‎Menutup pernyataannya, Bang Azran mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh warga Tionghoa di Jakarta.
‎“Semoga Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili membawa keberkahan, kesehatan, dan kemakmuran bagi kita semua, serta semakin mempererat persatuan Jakarta sebagai kota yang majemuk dan harmonis,” tutupnya.

Artikel Terkait

Scroll to Top