Dukung Peringatan Hari Pers Nasional dan Pelatihan Jurnalistik PWMOI, Bang Azran Tegaskan Peran Strategis Pers dan LIRA dalam Mengawal Demokrasi

‎JAKARTA— Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran, menyampaikan apresiasi dan dukungan positif terhadap penyelenggaraan Peringatan Hari Pers Nasional yang mengangkat tema “Pers, Penyambung Lidah Rakyat, Mengawal Demokrasi.” Kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu, 15 Februari 2025 di Pendopo Cibubur tersebut juga dirangkaikan dengan pelatihan jurnalistik bagi insan pers dan generasi muda.

‎Dalam kesempatan tersebut, Achmad Azran diwakili oleh tenaga ahlinya, Alex, yang hadir langsung mengikuti rangkaian acara dan menyampaikan pesan dukungan. Kehadiran perwakilan tersebut menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung penguatan kapasitas wartawan dan pegiat media, khususnya di era digital yang penuh tantangan.

‎Pria yang biasa disapa Bang Azran itu menilai bahwa penyelenggaraan pelatihan jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional merupakan langkah konkret yang sangat positif. “Momentum Hari Pers Nasional harus diisi dengan penguatan kompetensi dan integritas insan pers. Pelatihan jurnalistik seperti ini sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme serta menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat,” ujar Achmad Azran dalam keterangannya.

‎Pria asli Betawi itu menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai pilar keempat demokrasi yang berfungsi menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Kebebasan pers sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers harus terus dijaga dari segala bentuk diskriminasi maupun kriminalisasi terhadap wartawan dalam menjalankan tugasnya.

‎“Pers bukan hanya penyampai berita, tetapi penjaga akuntabilitas publik dan pengawal kebijakan negara agar tetap berpihak kepada rakyat. Demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh jika pers bekerja secara independen, profesional, dan berintegritas,” tegasnya.

‎Selain menyoroti peran pers, Achmad Azran juga menekankan pentingnya sinergi antara media dan organisasi masyarakat sipil dalam memperkuat pengawasan publik. Ia menyebut LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) sebagai salah satu elemen masyarakat sipil yang memiliki kontribusi dalam mendorong transparansi, pengawasan anggaran, serta advokasi kebijakan publik secara konstruktif.

‎“Kolaborasi antara pers dan LSM seperti LIRA akan memperkuat sistem check and balance dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketika media menyampaikan fakta secara objektif dan LSM menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab, maka kepentingan rakyat akan semakin terlindungi,” ujarnya.

‎Sementara itu, Ketua Umum FWMoi, Jusuf Rizal, menyampaikan bahwa peringatan Hari Pers Nasional harus dimaknai sebagai momentum refleksi dan konsolidasi insan pers, khususnya media online yang kini menjadi arus utama penyebaran informasi.
‎“Media online memiliki kecepatan sekaligus tanggung jawab besar. Tantangan disinformasi, hoaks, dan polarisasi opini publik harus dijawab dengan peningkatan kompetensi, verifikasi yang ketat, serta komitmen terhadap kode etik jurnalistik,” ujar Jusuf Rizal.

‎Ia menegaskan bahwa FWMoi berkomitmen mendorong anggotanya untuk menjunjung tinggi profesionalisme dan independensi, serta memperkuat literasi digital masyarakat. Menurutnya, pers yang kuat adalah pers yang mampu menjaga integritas sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

‎“Pers harus tetap menjadi penyambung lidah rakyat, bukan alat kepentingan kelompok tertentu. Di sinilah pentingnya kolaborasi antara insan pers, lembaga negara, dan organisasi masyarakat sipil dalam menjaga demokrasi tetap sehat dan berkeadaban,” tegasnya.

‎Menurut Achmad Azran, demokrasi yang matang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa. Pers yang kuat dan masyarakat sipil yang kritis merupakan fondasi penting dalam menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap aspirasi rakyat.

‎Sebagai Anggota DPD RI/MPR RI dari DKI Jakarta, ia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan yang melindungi kebebasan pers, memperkuat ruang partisipasi publik, serta mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

‎“Semoga semangat Hari Pers Nasional ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk memperkuat demokrasi Indonesia yang adil dan berkeadaban,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Scroll to Top