Jakarta — Tahun 2025 menjadi masa yang penuh tantangan bagi banyak warga Jakarta. Kenaikan harga kebutuhan pokok, pemulihan ekonomi pascapandemi, serta tekanan biaya hidup di kota metropolitan membuat masyarakat harus lebih bijak dalam mengelola pengeluaran. Namun, di tengah kondisi sulit ini, ibadah kurban tetap menjadi simbol keteguhan iman dan solidaritas sosial yang sangat bermakna.
Ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan wujud kepatuhan kepada Allah SWT dan rasa peduli terhadap sesama. Dalam situasi ekonomi yang sulit, kurban menjadi momentum untuk berbagi dengan mereka yang benar-benar membutuhkan.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini mengingatkan bahwa nilai kurban bukan diukur dari besar atau kecilnya hewan, tetapi dari keikhlasan dan niat tulus orang yang berkurban.
Di tengah kesulitan ekonomi saat ini, semangat berkurban warga Jakarta tetap terlihat. Banyak yang memilih berkurban secara kolektif atau bergabung dalam program kurban patungan untuk tetap bisa berbagi. Langkah ini membuktikan bahwa semangat berkurban tidak pernah padam, bahkan saat kondisi serba terbatas.
Kurban bukan hanya ibadah individual, tapi juga sarana memperkuat persaudaraan sosial. Dengan berkurban, masyarakat yang mampu dapat meringankan beban saudara-saudaranya yang kesulitan. Inilah esensi sejati dari kurban: memperkuat iman, menumbuhkan empati, dan menjaga harmoni sosial di tengah tantangan hidup.
Berkaitan dengan hal di atas, Bang Azran atau H. Achmad Azran, SE., anggota DPD RI Jakarta, 2024-2029 berkurban 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing di tahun ini. Berikut ini adalah liputan pemotongan hewan kurban di wilayah Bang Azran di RT 4 RW 4 Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Disertai komentar Pak RW 04, H. Abdul Mufti dan Pak RT 04, Firman Santia.
https://youtu.be/mNqUQoCw2xc