Bang Azran: Kampung Munjul Harus Perkuat Identitas untuk Kemakmuran Warga Jakarta

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jakarta, Achmad Azran, memberikan sejumlah masukan kepada warga Kampung Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Menurutnya, sebuah kampung yang ingin maju, harus memiliki identitas.

Hal tersebut disampaikan Achmad Azran saat menghadiri undangan Forum Grup Diskusi dengan tema Menyikapi Pemajuan Kampung Munjul Dalam Berbagai Hal Sebagai Bagian Forum Warga Munjul, Jumat (25/7/2025), di Sanggar Seni Rumah Budaya Sidup.

Senator yang akrab disapa Bang Azran itu menjelaskan, sudah banyak sekali contoh kampung-kampung yang memiliki identitas, bahkan sampai berkontribusi untuk warganya.

“Memiliki forum warga itu baik sekali. Tinggal bagaimana para warga menyamakan visi untuk sama-sama memajukan kampung. Membangun sebuah branding yang menjadi identitas kampung. Cari tahu apa keunggulan kampung yang bisa dikedepankan ke Masyarakat luas,” katanya.

Lebih lanjut Bang Azran mengatakan, untuk memajukan sektor Kampung atau wilayah agar identitas muncul juga tak bisa bergerak sendirian. Untuk mewujudkannya, ini harus dikeroyok rame-rame. Tanpa sinergi yang ada di dalam konsep kampung tersebut tidak mungkin bisa mewujudkannya. “Banyak kampung sukses karena identitas, “ujarnya.

Bang Azran mencontohkan kehadiran sejumlah Kampung Pelangi diberbagai daerah yang dilengkapi spot-spot foto yang instagramable. “Ini fenomena yang sudah terjadi. Kampung mendapat pemasukan dari situ dan warga pun bisa berjualan cenderamata atau kuliner. Yang artinya kampung tersebut telah menjadi destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan Nusantara,” katanya.

Lebih lanjut Bang Azran bercerita, salah satu kampung atau desa yang maju adalah Desa Penglipuran. Desa yang ada di Bali yang merupakan desa terbersih ketiga di dunia menurut Green Destinations Foundation, setelah Desa Mawlynnong di India dan Giethoorn di Belanda.

Jadi, sampah berserakan, bising kemacetan, dan polusi udara mustahil ditemukan di desa ini. Demi menjaga kebersihan, masyarakat setempat menyediakan tempat sampah di desa. Bahkan, setiap 30 meter terdapat tempat sampah. Selain itu, pihak desa juga menerapkan sejumlah aturan adat ketat. Salah satunya, larangan menggunakan kendaraan bermotor agar kualitas udara tetap bersih.

“Masih banyak lagi Kampung yang punya identitas namun jadi brandingnya,. Saya sempat mendengar juga bahwa Munjul ini bisa menjadi atau sudah aktif mengusung destinasi agrowisata, pengunjung yang datang Kelurahan Munjul, dapat mengetahui bagaimana cara bercocok tanam anggur. Apabila sedang panen, mereka juga dapat memetik sendiri dan membelinya kepada penduduk. Sekarang tinggal bagaimana mengemasnya, silahkan amati, tiru dan modifikasi dengan tempat-tempat lain,” ujarnya. Putra asli Betawi itu juga menambahkan, kebersamaan sebuah kampung juga bisa menekan hal-hal negatif.

“Anak-anak muda bisa diajak untuk membangun dan menjaga kampung, sehingga hal-hal negative seperti narkoba dan tawuran bisa dihindari sejak awal,” paparnya.(*)

Artikel Terkait

Scroll to Top