JAKARTA – Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengujicoba 40 sekolah swasta gratis, termasuk dua sekolah luar biasa (SLB), mendapatkan respon positif dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jakarta, Achmad Azran.
Dua SLB yang akan digratiskan itu adalah SLB B-C Alfiany, Cengkareng Barat, Jakarta Barat dan SLB BC Abdi Pratama, Munjul, Jakarta Timur.
Menurut Achmad Azran, rencana itu membuktikan kebijakan Pemprov terkait sekolah gratis bisa menyentuh berbagai kalangan.
“Buat saya dan warga Jakarta, kabar ini sangat baik sekali. Karena sekolah gratis ini akan menyentuh berbagai jenjang pendidikan, termasuk juga untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” katanya.
Senator yang akrab disapa Bang Azran itu memberikan perhatian lebih terhadap rencana SLB gratis.
“Sangat bagus sekali. Karena memang anak-anak dengan kebutuhan khusus juga perlu perhatian. Mengingat, anak-anak autis atau anak berkebutuhan khusus juga makin banyak dari kalangan kurang mampu,” katanya.
Ia pun berharap Pemprov DKI Jakarta bisa menghadirkan sekolah inklusi swasta gratis, khususnya di Jakarta Timur.
Sebab, menurutnya, sekolah inklusi memungkinkan semua siswa, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, belajar dalam satu lingkungan pendidikan yang sama.
“Sekolah inklusi memungkinkan seluruh siswa mendapat aksesibilitas yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Dan tentunya bisa saling menghargai dan memahami perbedaan masing-masing,” katanya.
Putra asli Betawi ini menambahkan, sekolah inklusi dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan.
“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung bagi semua siswa,” paparnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan ada 40 sekolah swasta yang diuji coba menjadi sekolah gratis. Dan jumlahnya bisa bertambah.
Rano menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menyusun regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut.(*)