DPD RI Gelar Pekan Budaya Betawi dan Festival UMKM dalam Rangka HUT Kota Jakarta ke-499

JAKARTA– Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-499, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk “Menjaga Budaya, Merawat Bangsa” yang akan berlangsung pada tanggal 6–9 Juli 2026 di Selasar Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta.

Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan ini menghadirkan berbagai agenda, antara lain Pagelaran Seni Budaya Betawi, Diskusi Publik, Lomba Mewarnai, Lomba Tari Tradisional, Fashion Show, serta Aneka Kuliner Betawi dan Festival UMKM.

Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran, yang akrab disapa Bang Azran, menyampaikan bahwa peringatan HUT Jakarta bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong kemajuan masyarakat Jakarta.

“Jakarta tumbuh menjadi kota global yang terus bergerak maju, namun kemajuan itu harus tetap berpijak pada akar budaya yang kuat. Budaya Betawi bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga sumber nilai, karakter, dan kearifan yang membentuk wajah Jakarta hingga hari ini. Menjaga budaya berarti menjaga jati diri bangsa, dan merawat budaya adalah bagian dari merawat Indonesia,” ujar Bang Azran.

Ketua Umum DPP FORKABI tersebut menegaskan bahwa masyarakat Betawi memiliki tradisi keterbukaan, toleransi, dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi penting bagi kehidupan Jakarta yang multikultural.

“Betawi sejak dahulu dikenal sebagai budaya yang mampu merangkul berbagai perbedaan. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, nilai-nilai Betawi seperti gotong royong, penghormatan kepada orang tua, serta sikap terbuka terhadap keberagaman perlu terus diwariskan kepada generasi muda. Jakarta boleh menjadi kota dunia, tetapi ruh kebetawiannya harus tetap hidup dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Nurdin, selaku Juru Bicara Panitia Pelaksana, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat eksistensi pelaku UMKM Jakarta, khususnya yang bergerak di sektor kuliner, fesyen, kriya, dan ekonomi kreatif berbasis budaya Betawi.

“Budaya dan UMKM tidak dapat dipisahkan. Banyak warisan budaya Betawi yang hidup dan berkembang justru melalui tangan para pelaku usaha kecil dan menengah. Kuliner tradisional, busana adat, kerajinan, hingga seni pertunjukan merupakan ekosistem ekonomi yang harus terus didukung agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman,” ujar Nurdin.

Menurutnya, masyarakat Betawi memiliki tradisi kewirausahaan yang kuat dan adaptif terhadap perubahan.

“Orang Betawi sejak dulu dikenal kreatif dalam membaca peluang dan membangun usaha berbasis komunitas. Karena itu, penguatan UMKM Betawi bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga upaya menjaga keberlangsungan budaya. Ketika kerak telor, bir pletok, dodol Betawi, batik Betawi, dan berbagai produk kreatif lainnya terus berkembang, sesungguhnya kita sedang menjaga identitas Jakarta agar tetap hidup di tengah modernitas,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, DPD RI berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, pelaku UMKM, akademisi, dan masyarakat luas dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang maju, berdaya saing, sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai budaya Betawi.

“Menjaga Budaya, Merawat Bangsa” menjadi pesan bahwa kemajuan Jakarta harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi rakyat sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.(*)

Artikel Terkait

Scroll to Top