JAKARTA — Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran yang akrab disapa Bang Azran, menegaskan bahwa Jakarta International Stadium (JIS) harus dikelola sebagai infrastruktur strategis yang benar-benar berpihak pada kepentingan warga Jakarta dan menjadi simbol kemajuan ibu kota.
Menurut Bang Azran, JIS bukan sekadar stadion berstandar internasional dengan kapasitas lebih dari 80.000 penonton, tetapi aset publik bernilai tinggi yang harus memberikan dampak nyata bagi ekonomi, olahraga, dan kebanggaan masyarakat.
Pria asli Betawi itu menilai pengembangan JIS harus dipandang sebagai bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang tetap menjaga identitas lokalnya.
Pandangan ini sejalan dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menyebut JIS sebagai bagian dari masa depan Jakarta, termasuk penguatan konektivitas dengan kawasan ekonomi pesisir utara.
Bang Azran menekankan bahwa setiap penyelenggaraan pertandingan besar maupun kegiatan berskala nasional dan internasional di JIS berpotensi menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, UMKM, hingga industri kreatif. Karena itu, ia mendorong optimalisasi konektivitas transportasi publik menuju kawasan stadion serta tata kelola yang profesional dan transparan agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat sekitar.
Bang Azran juga menegaskan bahwa JIS harus menjadi rumah yang layak bagi Persija Jakarta dan komunitas pendukungnya, The Jakmania. Menurutnya, Persija adalah identitas dan kebanggaan Jakarta, sementara The Jakmania merupakan kekuatan sosial yang selama ini menjaga semangat dan loyalitas terhadap klub kebanggaan ibu kota tersebut.
“Persija dan The Jakmania adalah bagian tak terpisahkan dari Jakarta. Stadion sebesar JIS harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi mereka, sekaligus menjadi simbol persatuan warga,” ujar Bang Azran.
Sebagai wakil DKI Jakarta di tingkat nasional, Bang Azran menyatakan komitmennya untuk mengawal kebijakan yang mendukung pengelolaan JIS secara berkelanjutan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia berharap JIS dapat menjadi ikon Jakarta yang bukan hanya megah secara fisik, tetapi juga kuat dalam manfaat sosial dan ekonomi bagi seluruh warga ibu kota.
Sejalan dengan itu, Pramono Anung juga tengah mendorong rencana integrasi kawasan stadion dengan Taman Impian Jaya Ancol sebagai satu koridor ekonomi dan pariwisata terpadu di pesisir utara. Integrasi ini mencakup penataan akses jalan, pengembangan kawasan komersial penunjang, serta konektivitas langsung yang memudahkan mobilitas warga dan wisatawan dari dan menuju stadion maupun kawasan rekreasi tersebut.
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga merancang penguatan integrasi transportasi publik melalui optimalisasi layanan TransJakarta, penambahan dan penataan halte busway di sekitar stadion, serta konektivitas dengan jaringan LRT Jakarta. Dengan integrasi ini, JIS diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan olahraga, tetapi juga simpul transportasi modern yang terhubung, ramah lingkungan, dan mendukung mobilitas warga secara berkelanjutan.